Postingan Populer

Rabu, 26 November 2014

Puisi Linguistik

Dibahasakan oleh: Muhammad Syakir Ni'amillah Fiza, Arini Hidayah, dan Anisa Rahayu

Seperti suprasegmental;
sikapmu memiliki tekanan, intonasi, dan aksen yang berbeda dari yang lain;
unik.
Aku dan Kau adalah vokal,
mari menyatu menjadi diftong;
maka lahir suara-suara pembaharu.

Jujur atau dusta, seperti arkhifonem.
Kehilangan kontras antara keduanya.
Terdengar sama.
Seperti morfem yang mengalami segmentasi menjadi silabel;
terpisah.
Menghadapi sikapmu seperti awal mempelajari transkripsi;
rumit.
Setelahnya, terbiasa.
Alofon; satu fonem memiliki variasi bunyi.
Sama halnya satu kisah,
beragam variasi ceritanya.
Tergantung siapa yang bertutur kata.

Hidup hanyalah hidup,
tak dengan mudah untuk kita menciptakan bahagia.
Sukar.
Layaknya konsonan dalam sebuah morfem tanpa vokal,
sukar kita diciptakan untuk menjadi satu morfem satu kata,
satu kalimat hingga menjadi cerita.
Konsonan dan vokal adalah cinta,
cinta Arjuna dan Srikandi.
Jangan posisikan aku sebagai arkhifonem,
yang membuat cinta Arjuna menjadi luntur,
bahkan hilang kontrasnya.
Aku hanya ingin menjadi tanda glotal,
walau kecil tapi aku ada.


Ciputat, 18 Juni 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar