Oleh: Arini Hidayah dan
Cahya Ali Nur Ikhsan
Langit…
Tahukah engkau bahwa jiwa
ini tak mampu menahan rasa?
Rasa rindu yang teramat
menusuk
Bahkan langit…
Tahukah engkau tentang
sesak yang terasa lantaran
Rindu tak jua
tersampaikan?
Andai engkau tahu, wahai
langit…
Tiap kali jemari ini rindu
akan genggaman tangannya
Hanya mampu menyentuh sang
kasih dari kejauhan tanpa menatap matanya
Tapi langit…
Bosankah kau mendengar
doa-doa tulus yang kupanjatkan?
Bosankah kau mendengar
harapan-harapan baik dariku untuknya?
Sampai kapan kau bersedia
membendung
dan menahan doaku
untuknya? Harapku untuknya?
Langit…
Jangan dulu lelah menjadi
wadah keluh kesah
Jangan dulu sedih lantaran
aku masih mengadu perih
Jangan dulu kecewa dengan
pengaduanku atas luka
Juga jangan dulu bahagia
ketika kuutarakan cinta
Jangan dulu merajuk dan
meringis
kala kau tak mampu lagi
membendung segala doa dan harap hingga hampir menangis
Setialah menjadi sandaran
Senantiasa mendekapku saat
aku merasa terabaikan
Langit…
Dekap aku selagi rapuh
Bantu aku menikmati
lelapku
Bekasi – Bandung, 26
Februari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar